Minggu, 26 Agustus 2012

Di Indonesia Emas Tak Seindah Kemilaunya


Emas. Merupakan bentukan proses magmatik, yang saat ini menjadi standar keuangan yang digunakan oleh negara-negara dunia. Emas juga menjadi nilai tukar, serta menjadi perhiasan yang mengilaukan. Satuan yang digunakan adalah troy ounce, dimana 1 Troy Ounce setara dengan 31.103 gram. Lalu, apa yang menarik dari emas?


Indonesia adalah negeri yang kaya dengan emas. PT KEM, di Kutai Barat, merupakan salah satu penghasil emas, yang entah, emasnya saat ini berada di mana. Juga PT Freeport, yang sedang memotong bukit, dimana awalnya perijinannya hanyalah untuk mengambil tembaga. Juga banyak tempat-tempat lain di Indonesia, yang emasnya dikeruk oleh perusahaan asing.

Indonesia itu memproduksi 127,7 metrik ton emasi setiap tahunnya. Belum sebanyak Australia dan Amerika Serikat, apalagi China. Namun, bisa saja, emas yang dihasilkan oleh Amerika Serikat dan Australia, merupakan emas yang diambil dan dikeruk dari Indonesia. Karena hingga saat ini, setiap hasil pengolahan tambang emas, akan langsung dibawa menuju negara-negara tersebut, tanpa harus diketahui oleh negeri ini.



Lalu, setelah itu, kemana larinya emas? Sebagian besar emas-emas itu disimpan, sebagai cadangan investasi negara. Wajar saja kemudian Amerika Serikat memiliki cadangan emas yang tidak sedikit, hingga 8.133,5 metrik ton. Demikian juga untuk Jerman dan International Monetary Fund. Lho, kok IMF juga menyimpan emas ? Lha iya lah, kan IMF telah menjadi kawan baik Bank Dunia, yang terus menawarkan utang-utang ke negara selatan. Selanjutnya pembayarannya juga sebagian dibentuk menjadi emas, agar kemudian dapat menjaga neraca keuangan dunia.


 

Apa kabar Indonesia ? Tahun 2010, Indonesia memiliki cadangan 73,1 ton, emas ini tersimpan di Bank Indonesia dengan nilai US$2,62 miliar atau 3,6 persen dari cadangan devisa pemerintah. Dan cadangan emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ternyata hanya 2,6% dari cadangan emas Freeport. Kemana perginya emas Indonesia selama ini ?



Ada 12% emas yang digunakan untuk teknologi, 51% untuk perhiasan, 17% di Bank Sentral, dan 18% untuk beragam investasi, sementara 1.650 ton emas diolah ulang setiap tahunnya, dan 2.500 ton emas ditambang setiap tahunnya. Berdasarkan penelitian JATAM, 1 gram emas didapatkan dengan membuang 2.100 kg limbah batuan dan tailing, dihasilkan 5,8 kg emisi beracun logam berat, timbal, Arsen, Merkuri dan Sianida. Sekarang anda bayangkan, hanya untuk mendapatkan 1 gram emas saja begitu banyak limbah beracun yang dihasilkan, apalagi kalau bahan tambang ini diekspolitasi secara besar dapat dibanyangkan kerusakan lingkungan yang akan mengancam kita bersama nantinya.

Jadi, kebayang kan berapa besar kerugian Indonesia ? Sudah emasnya dikeruk oleh penjajah, limbah yang dihasilkan juga ditinggalkan begitu saja di negeri ini. Hasilnya, kita akan menjadi negeri sampah dan tercemar. Apalagi ketika Pemerintahan tetap melemah kepada investor dan meniadakan hak rakyat atas lingkungan hidup. Pilihan menggunakan emas dan pilihan untuk melawan penjajahan emas pun ada pada masing-masing kita. Emas, tak seindah kemilaunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar