
DONGENG PARA EVOLUSIONIS
Dengan berdalih sebagai sesuatu yang ilmiah, evolusionis sering
mengatakan bahwa “dinosaurus kecil memperoleh sayap dan
kemudian menjadi burung.” Akan tetapi, penjelasan mereka
tentang bagaimana perubahan ini terjadi hanyalah sebatas dongeng
belaka. Seperti yang digambarkan oleh evolusionis ini, mereka
mengatakan bahwa dinosaurus yang mengepakkan kaki depannya untuk
berburu serangga secara perlahan dan bertahap “berubah
menjadi bentuk sayap.” Sebagai sebuah khayalan, skenario
ini memunculkan satu pertanyaan menarik: Lalu, bagaimanakah
serangga, yang selain sudah dapat terbang juga memperlihatkan
kehebatan aerodinamis dengan mengepakkan sayapnya 500 kali per
detik secara serempak, dapat memperoleh sayap? |
Beberapa waktu lalu media massa dunia memuat penemuan
baru-baru ini tentang sekumpulan fosil di Cina sebagai bukti yang
mendukung teori evolusi. Beijing’s Institute of Vertebrate
Paleontology and Paleoanthropology mengeluarkan pernyataan bahwa
satu dari keenam fosil dalam kelompok tersebut adalah milik seekor
“Dino-Bird (burung-dino) bersayap empat” (burung-dino
adalah nama makhluk rekaan berbentuk separuh burung separuh dinosaurus,
yang diduga sebagai nenek moyang burung). Lembaga ini juga menyatakan
bahwa makhluk punah ini dapat terbang, atau setidaknya, bergelantungan
di pepohonan. Media masa pendukung Darwinisme sekali lagi melakukan
propagandanya habis-habisan meskipun teori ini sama sekali dan telah
berulang kali dibuktikan keliru.
Nyatanya, sama sekali tidak terdapat bukti yang mendukung propaganda
mereka. Sebab, tidak ada “burung-dino bersayap empat”
(makhluk separuh burung separuh dinosaurus) atau data ilmiah apa
pun yang mendukung teori evolusi burung dari dinosaurus.